Imunisasi Yang Boleh Diberikan Saat Hamil

INFLUENZA Direkomendasikan untuk seluruh trimester (sepanjang musim influenza). Pemberiannya satu kali injeksi selama hamil. Vaksin ini mampu melindungi Mama dan bayi dari flu sampai 6 bulan pertama kehidupannya. Komplikasi dari flu dapat mencakup persalinan prematur dan bayi berat lahir rendah.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Penelitian terbaru bahkan menyatakan, janin dari Mama yang terpapar virus flu selama kehamilan memiliki kemungkinan terkena skizofrenia ataupun bipolar di kemudian hari. Lakukan imunisasi saat tubuh Mama benar-benar dalam keadaan sehat, ya. Setelah imunisasi, Mama mungkin mengalami demam ringan, bengkak, dan kemerahan di daerah bekas suntikan. Pastikan Mama cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi, hindari kontak dengan penderita influenza karena akan mudah tertular,dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan.

HEPATITIS A Tidak wajib, tapi diperbolehkan, bisa diberikan pada mamil jika ada indikasi berisiko tinggi terkena penyakit hepatitis A, seperti: mamil yang mengidap kelainan hati, hidup di lingkungan berisiko terinfeksi hepatitis A, atau akan bepergian ke daerah dimana penyakit ini menjadi endemis. Dalam Panduan Pemberian Imunisasi bagi Wanita Hamil dan Menyusui yang dikeluarkan CDC disebutkan, keamanan pemberian imunisasi hepatitis A dan pengaruhnya pada janin masih belum bisa dipastikan. Tetapi, karena vaksin ini dibuat dari virus mati atau tidak aktif, secara teori, risiko janin terpengaruh sangat rendah. Efek samping imunisasi biasanya nyeri dan kemerahan di lokasi suntik, sakit kepala, dan kelelahan.

HEPATITIS B Direkomendasikan jika risiko tinggi terinfeksi, misalnya pada mamil yang berhubungan intim dengan lebih dari satu orang dalam enam bulan terakhir; memiliki riwayat penyakit menular seksual; dan pernah menggunakan narkoba dengan alat suntik. Sebelum hamil, baiknya Mama memeriksakan diri untuk memastikan dirinya tidak terinfeksi virus hepatitis B, karena biasanya seseorang tak langsung menyadari bahwa dirinya terinfeksi virus hepatitis B. Bahayanya, virus tersebut bisa menular ke janin. Pemberian tiga kali injeksi, masing-masing pada kehamilan bulan pertama, kedua, dan keenam. Setelah imunisasi, biasanya Mama akan merasakan nyeri di lokasi injeksi dan demam. ‘

Sumber : https://ausbildung.co.id/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *