Memaksimalkan Pengasuh Tanpa Kehilangan Peran Sebagai Orangtua

Orangtua bekerja, mau tak mau berbagi peran dengan orang lain dalam hal pengasuhan buah hatinya. Ada yang menitipkan pada keluarga— biasanya orangtua atau mertua, ada pula yang mempercayakan kepada pengasuh—baik babysitter maupun asisten rumah tangga biasa. Masingmasing tentu memiliki pertimbangan, termasuk urusan finansial.

Tetapi memercayakan pengasuhan anak kepada orang lain bukan berarti Mama dan Papa “bebas merdeka” dari urusan pengasuhan anak. Saat intensitas hubungan anak dengan pengasuhnya lebih kuat daripada dengan orangtuanya, bisa dipastikan akan timbul masalah. Yang paling gampang terlihat: anak tak nyaman berada di dekat orangtuanya sendiri.

Ia bisa jadi bertingkah, atau mencaricari pengasuhnya. Dalam beberapa kasus, sering kali ditemui pengasuh lebih mu dah menuruti kemauan anak sehingga anak merasa nyaman dan menunjukkan kepatuhan yang lebih tinggi kepada pengasuh dibandingkan orangtua. Tidak jarang, masalah ini kemudian membuat anak menjadi terkesan manipulatif, artinya ia tahu kepada siapa dia harus menuntut kemauannya.

Kelekatan anak yang berlebih pada pengasuhnya, juga sering kali membuat anak mudah merasa tidak aman jika tidak bersama dengan pengasuhnya. Sebagai contoh, anak tetap akan bisa menangis bahkan merengek mencari pengasuhnya, wa laupun saat itu ia sedang digendong oleh mamanya sendiri.

BEKERJA SAMA DENGAN PENGASUH

Apa pun alasannya, tentunya tak satu orangtua pun yang ingin posisinya digantikan oleh pengasuh. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu dila kukan Mama dan Papa adalah bekerja sama dengan pengasuh. Misal nya untuk meminimalkan sikap manipulatif anak, orangtua dan pengasuh perlu menetapkan aturan pengasuhan bersama dan berkomitmen menjalaninya secara konsisten. Bangunlah komunikasi yang efektif dengan pengasuh.

Sampaikan pola pengasuhan yang ingin kita terapkan kepada anak. Sampaikan juga aturan yang perlu diberlakukan di rumah sekalipun orangtua sedang tidak ada. Sepulang bekerja, tanyalah kepada pengasuh tentang hal-hal yang dilakukan anak. Jangan segan menanyakan apakah ada masalah tertentu yang tidak bisa diatasi anak dan tanyakan kepada pengasuh bagaimana ia menyelesaikan persoalan itu.

Untuk anak yang akan mengikuti ujian masuk universitas sebaiknya berikan ia pelatihan di kursus IELTS terbaik di Jakarta agar lulus dengan mendapatkan skor yang terbaik.

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *