Rahasia Mencerdaskan Si Kecil

Rahasia 2: Ajarkan berba gai bentuk emosi. Menurut Ross Flom, dosen psikologi dan ilmu saraf di Brigham Young University, Amerika Serikat, me ngembangkan kecer dasan emo sional pen ting bagi perkembangan kognitif dan sosial si kecil. Mama bisa membantu anak mengembangkan ke cerdasan itu dengan belajar membaca isyarat emosional, yaitu ke te rampilan yang berkaitan dengan segala yang kita lakukan dalam kehi dupan.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Misal, si kecil sedang bermain di arena kotak pasir sementara itu anak lain yang jalannya saja masih goyah, terjatuh dan menimpa anak Mama. “Bantu anak melihat bahwa yang terjadi adalah suatu kecelakaan. Jadi, dia tidak akan menggerutu dan berpikir anak itu sengaja melakukannya,” ujar Ross. Kalimat simpel seperti, “Wah, Abel tadi enggak sengaja, kok. Yuk, sama-sama berdiri lagi,” dapat dengan mudah membantu si kecil mengidentifi kasi apa yang barusan terjadi dan memahaminya.

Respons yang diberikan buah hati sangatlah penting karena anakanak yang menganggap tindakan seperti itu dilakukan dengan sengaja cenderung mengalami perkembangan akademik, sosial, dan kognitif yang kurang baik. Hal yang sama juga berlaku untuk emosi positif. Contoh, jika anak berbagi se suatu benda kepada anak lain, gunakan kesempatan itu untuk menunjukkan konsekuensi dari perilaku sederhana tadi. Mama bisa mengatakan, “De ngan berbagi, temanmu jadi merasa senang, ya” Dengan membantu si buah hati mengaitkan pe rasaan ke tindakan, Mama tengah membangun kecerdasan emosional yang akan membantu si anak di sepanjang kehidupannya.

Rahasia 3: Bermain cerdas. Ada dua permainan khusus yang berfokus pada kontrol impuls dan regulasi diri,” ujar Tracy Cutchlow, editor buku Brain Rules for Baby and Toodlers (Pear Press; Second Edition, London – 2014). Dua permainan ini akan membantu anak belajar dan mempraktikkan kontrol impuls. Kontrol impuls dikaitkan dengan keterampilan matematika yang lebih kuat dan merupakan kunci dalam memba ngun fungsi eksekutif, yakni kemampuan otak untuk merencanakan, menetapkan tujuan, dan tekun mengerjakan tugas. Fungsi eksekutif merupakan pembuat prediksi yang lebih tinggi dalam ke suksesan di bidang akademik dibandingkan IQ.

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *